blognyaismawati

tempat melepas jenuh dan menyalurkan hobi


1 Komentar

YANG GENTAYANGAN DI BULAN RAMADHAN

 

Dulu ketika saya kecil dan masih belajar berpuasa, Ramadhan identik sekali dengan kekhusyuan. Di siang hari, saya tidak menemukan penjual makanan yang menjajakan dagangannya, bahkan warung-warung banyak memilih tutup demi menghormati bulan Ramadhan sekaligus orang yang berpuasa.  Di malam hari, orang beramai-ramai mendatangi masjid untuk sholat tarawih, termasuk saya dan anak-anak lain yang harus meminta tanda tangan imam sebagai tanda keikutsertaan sebagai jamaah sholat tarawih. Baca lebih lanjut

Iklan


4 Komentar

Tour de Jogja: Jadi Turis Sehari Bersama Alfath

 

 

20160514_123206

siswa dan guru Alfath

 

Bismillahirrahmaanirrahiim…

 

Tepat hari Sabtu kamarin (14/5/16), Alfath, sekolahnya Lulu, mengadakan tour menjelang akhir tahun ajaran. Pihak sekolah memilih Jogja sebagai tujuan wisata tahun ini. Hmmm… terakhir kali ke Jogja waktu saya kuliah dulu, itu juga lantaran ada kegiatan kampus di sana. Tour kali ini pastinya beda dengan yang pernah saya lakukan dulu. Yang pasti dari segi jarak tempuh perbedaan besarnya, dulu saya menempuh jarak Jakarta-Jogja, kalau tour Lulu rutenya Kendal-Jogja. Buat orang dewasa mungkin ini rute enteng, tapi gimana kalo bawa anak? Ga cuma satu pula, tapi dua anak, seperti saya ini. Kayanya berat ya kalo saya sendirian bersama dua anak, makanya ajak Abi, sekalian bisa refreshing sekeluarga 🙂 Baca lebih lanjut


6 Komentar

Kebaikan Tak Selalu Baik Di Mata Orang Lain

afa

 

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Manusia hakikatnya makhluk sosial yang tak lepas dari saling membutuhkan antara satu dengan yang lain. Manusia juga membutuhkan interaksi untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Kadang karena beberapa faktor, misalnya jarak yang berjauhan atau waktu luang yang terbatas, interaksi sosial secara langsung tidak memungkinkan. Tapi teknologi menjawab kebutuhan ini. Kini orang masih tetap bisa berkomunikasi meski terbentang jarak puluhan atau ratusan kilometer jauhnya.

Kurang-lebih seperti itu juga yang terjadi pada saya. Setelah lulus kuliah, bekerja, berumah tangga, berpindah domisili, dan sibuk dengan anak-anak, saya sempat kehilangan kontak dengan beberapa teman lama. Ada rasa kangen dan ingin tahu bagaimana ya kabar mereka. Sayapun mulai mencari mereka di dunia maya dengan harapan sosial media bisa mempertemukan kami. Alhamdulillah, usaha saya ini membuahkan hasil. Saya bertemu beberapa teman lama meski bukan dengan tatap muka secara langsung. Tapi ini sudah cukup membuat saya senang. Kami mulai menjalin komunikasi dan berbagi cerita tentang banyak hal. Baca lebih lanjut


6 Komentar

#BahagiaDiRumah, Surga Dunia Ada Di Sana

 

200x200-novaversery

Kemanapun saya pergi, seberapapun indahnya tempat yang saya tuju, tetap ada satu tempat yang saya rindukan. Tempat yang membuat saya nyaman luar biasa. Sebuah tempat yang saya sebut rumah.

 

Rumah bagi saya bukan sekedar bangunan dengan pintu dan jendela sebagai elemennya. Rumah punya arti lebih luas dari sebuah konstruksi fisik. Rumah ibarat tempat hati saya bernaung. Baca lebih lanjut


7 Komentar

8 HARI SEBELUM AJAL DATANG, INI YANG AKAN SAYA LAKUKAN

 

 

Semua yang bernyawa pasti mencicipi kematian. Kematian, hal yang ditakuti kebanyakan orang. Kadang kita lupa kalau semua makhluk pasti melewati fase yang satu ini. Kesibukan mengejar dunia membuat manusia lupa kalau suatu saat akan berpulang ke rumah yang abadi. Kematian datang kepada siapa saja baik pada yang tua, muda, kaya, miskin, rakyat jelata, maupun orang ternama. Cuma masalah waktu saja kapan malaikat maut akan menjemput.

Bicara tentang kematian, ada beberapa momen yang membuat saya merasa dekat sekali dengan kematian. Waktu itu saya masih duduk di bangku kuliah. Saya menggunakan transportasi umum untuk berangkat dan pulang kuliah, salah-satunya metromini. Bukan rahasia lagi kalau angkutan massal yang satu ini tak pernah lepas dari kebut-kebutan dan ugal-ugalan. Dan di hari itu saya menjadi korbannya. Baca lebih lanjut


6 Komentar

Ketika Rumput Tetangga Lebih Hijau Dibanding Rumput Sendiri

Sore itu, selesai memandikan anak-anak, muncul notifikasi whatsapp dari seorang teman. “Isma, lagi sibuk ga, mo curhat dong.” Ihiyyy… saya langsung berasa seperti Mamah Dedeh yang sering memberi tausiyah dan ceramah. Setelah basa-basi, obrolan kami berlanjut, teman saya mulai mengeluarkan unek-uneknya.

 

Jadi di kantor teman saya ini ada beberapa rekan kerja yang kerjanya santai sekali, tapi saat gajian mereka menerima tambahan insentif. Di sisi lain teman saya merasa sudah bekerja dengan sangat rajin, tapi ternyata ia tidak mendapat apa yang diterima rekan kerjanya. Pasti berasa nyesek ya klo ada di posisi teman saya ini. I know how it feels, karena dulu waktu masih bekerja saya juga pernah mengalami hal ini. Baca lebih lanjut


10 Komentar

Wirausaha…? Masih takuuutt…!?

946051_635581943158994_364924955_n

Jujur, waktu kecil saya tidak pernah berpikir atau tertarik dengan dunia wirausaha. Padahal orang-orang terdekat di keluarga banyak yang menekuninya. Ayah saya dulu adalah seorang pedagang bunga di pasar Rawabelong. Ibu saya, di sela kesibukannya mengurus rumah tangga, berjualan aneka macam kue dan menerima pesanan makanan ringan untuk berbagai acara. Paman saya juga ada yang berbisnis konveksi dan tanaman hias.

 

Tapi yang saya rasakan justru orangtua lebih mengarahkan anak-anaknya untuk jadi orang gajian. Salah-satu alasannya karena jika berwirausaha penghasilan yang diperoleh tidak tentu jumlahnya. Tidak seperti orang yang bekerja sebagai pegawai yang juga menerima berbagai fasilitas dari tempat bekerja. Baca lebih lanjut