blognyaismawati

tempat melepas jenuh dan menyalurkan hobi

Kebaikan Tak Selalu Baik Di Mata Orang Lain

6 Komentar

afa

 

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Manusia hakikatnya makhluk sosial yang tak lepas dari saling membutuhkan antara satu dengan yang lain. Manusia juga membutuhkan interaksi untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Kadang karena beberapa faktor, misalnya jarak yang berjauhan atau waktu luang yang terbatas, interaksi sosial secara langsung tidak memungkinkan. Tapi teknologi menjawab kebutuhan ini. Kini orang masih tetap bisa berkomunikasi meski terbentang jarak puluhan atau ratusan kilometer jauhnya.

Kurang-lebih seperti itu juga yang terjadi pada saya. Setelah lulus kuliah, bekerja, berumah tangga, berpindah domisili, dan sibuk dengan anak-anak, saya sempat kehilangan kontak dengan beberapa teman lama. Ada rasa kangen dan ingin tahu bagaimana ya kabar mereka. Sayapun mulai mencari mereka di dunia maya dengan harapan sosial media bisa mempertemukan kami. Alhamdulillah, usaha saya ini membuahkan hasil. Saya bertemu beberapa teman lama meski bukan dengan tatap muka secara langsung. Tapi ini sudah cukup membuat saya senang. Kami mulai menjalin komunikasi dan berbagi cerita tentang banyak hal.

Sampai suatu ketika saya dibuat kaget oleh salah-satu teman lama yang mem-posting foto tanpa mengenakan hijab. Padahal dulu saya mengenalnya sebagai wanita berhijab dan setahu saya hingga sekarang ia masih mengenakannya, tapi kenapa ia mengumbar fotonya yang tidak memakai hijab? Apakah ia tidak sadar kalau fotonya dilihat banyak orang termasuk orang yang tak berhak melihat auratnya? Awalnya saya kira hanya sekali itu saja teman saya berbuat demikian tapi ternyata ia melakukannya lagi dan lagi.

Sebenarnya saya tidak tertarik untuk ikut campur urusan orang lain tapi saya rasa sebagai teman perlu juga untuk mengingatkannya. Lagi pula bukankah sudah kewajiban sesama muslim untuk saling mengingatkan.

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” [Al-‘Ashr : l-3]

Saya memberanikan diri untuk menegurnya secara halus agar tidak lagi menunjukkan foto pribadinya ketika tidak berhijab ke publik. Tapi tak ada respon dari pesan yang saya kirim lewat inbox. Oke, saya coba cara lain, saya update status semacam sindiran halus tentang kewajiban wanita menutup aurat, termasuk tidak menunjukkan foto diri kala tidak berhijab.

Alhamdulillah… tak berapa lama, saya langsung di-unfriend olehnya. Duh, jadi berkurang deh teman saya… hiks. Memang sih saya berniat baik sekedar mengingatkan langkah teman yang kurang tepat tapi mungkin cara yang saya ambil tidak berkenan atau ia menganggap saya orang yang “rese,” suka ikut campur urusan pribadinya.

Oh, well… sudahlah, saya tidak mau terbawa perasaan. Setidaknya saya tidak diam ketika melihat ada yang salah terjadi di depan mata. Mudah-mudahan jika bukan dari saya, mungkin akan ada orang yang lebih tepat yang bisa mengingatkan kekeliruan teman saya ini.

Dari Abi Sa’id Al-Khudlari radhiyallahu ‘anhu dia berkata : Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “ Barangsiapa diantara kamu yang melihat kemungkaran maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya, jika ia tidak mampu maka dengan lidahnya, jika tidak mampu maka dengan hatinya dan itulah (mengubah kemungkaran dengan hati) selemah-lemah iman “ (HR.Muslim).

Saya juga mengoreksi diri, mungkin saja cara saya menegur atau menasihati teman saya ini tidak tepat. Samar-samar saya masih ingat beberapa adab menasihati sesama muslim yang dulu pernah diajarkan guru saya:

  • Niat. Sebelum menasihati orang lain, tetapkan niat yang ikhlas karena Allah, bukan karena alasan lain.
  • Menasihati secara rahasia. Pasti seseorang merasa tidak nyaman bila dinasihati di depan banyak orang, apalagi diikuti dengan menyebut-nyebut kejelekannya. Dengan menasihati secara diam-diam, aib akan tertutup, tak banyak orang yang tahu, dan orang yang dinasihati tidak merasa tertekan.

Berkaitan dengan cara menasihati ini, Imam Syafii dalam sebuah syairnya berkata:

Berilah nasihat kepadaku ketika aku sendiri,
dan jauhilah memberikan nasihat di tengah-tengah keramaian
karena nasihat di tengah-tengah manusia itu termasuk satu jenis
pelecehan yang aku tidak suka mendengarkannya
jika engkau menyelisihi dan menolak saranku
maka janganlah engkau marah jika kata-katamu tidak aku turuti

Yuk, cerita tentang “Kebaikan Tak Selalu Baik di Mata Orang Lain”

Iklan

Penulis: Ismawati

Ibu dari dua anak, suka menulis dan belajar masak tapi takut sekali menjadi pikun. Buat saya menulis bukan cuma hobi tapi juga senjata melawan kepikunan :) Semoga apa yang saya tulis ada manfaatnya buat para tamu yang mampir ke sini.

6 thoughts on “Kebaikan Tak Selalu Baik Di Mata Orang Lain

  1. Jdi bahan renungan buat saya pribdi kak.

    Disukai oleh 1 orang

  2. saya pernah foto saya sewaktu blm berjilbab di upload teman saya di medsos, lalu saya bilang sama dia, jgn upload foto saya lg yg sewaktu tak berjilbab ya, foto yg teman saya upload pun saya delete

    Suka

  3. Paling tidak kita sudah mengingatkan, tak ada kebaikan yang sia sia. ..

    Suka

  4. jilbaban ya jilbaban dan jangan jil-jil yang lain … sabar, Mbak … yg penting niatnya udah bener!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s