blognyaismawati

tempat melepas jenuh dan menyalurkan hobi

8 HARI SEBELUM AJAL DATANG, INI YANG AKAN SAYA LAKUKAN

7 Komentar

 

 

Semua yang bernyawa pasti mencicipi kematian. Kematian, hal yang ditakuti kebanyakan orang. Kadang kita lupa kalau semua makhluk pasti melewati fase yang satu ini. Kesibukan mengejar dunia membuat manusia lupa kalau suatu saat akan berpulang ke rumah yang abadi. Kematian datang kepada siapa saja baik pada yang tua, muda, kaya, miskin, rakyat jelata, maupun orang ternama. Cuma masalah waktu saja kapan malaikat maut akan menjemput.

Bicara tentang kematian, ada beberapa momen yang membuat saya merasa dekat sekali dengan kematian. Waktu itu saya masih duduk di bangku kuliah. Saya menggunakan transportasi umum untuk berangkat dan pulang kuliah, salah-satunya metromini. Bukan rahasia lagi kalau angkutan massal yang satu ini tak pernah lepas dari kebut-kebutan dan ugal-ugalan. Dan di hari itu saya menjadi korbannya.

Tak lama menunggu di halte bus, metromini jurusan yang saya tunggu datang. Kondisinya sudah padat oleh penumpang, tapi karena khawatir terlambat kuliah, saya memutuskan untuk tetap naik dan berdiri di dekat pintu dengan berpegangan pada tiang besi. Posisi saya menghadap pintu masuk. Karena tak ada ruang tersisa di bagian dalam bus, saya tetap bergelantung di pintu.

Metromini melaju dengan kecepatan tinggi dan saat sopir bermanuver menyalip kendaraan di depannya, pegangan saya terlepas. Saya bisa merasakan tubuh saya sesaat melayang dan hampir terjatuh ke aspal. Seolah tinggal beberapa sentimeter saja jarak saya dengan kematian. Bila terjatuh, kendaraan di belakang metromini sudah siap melindas saya.

Tapi kematian saya belum saatnya. Saya berhasil menggapai sisi pintu beberapa detik setelah tubuh saya terhempas. Rasa takut membuat saya memejamkan mata, keringat dingin keluar dari tubuh saya. Ya Allah, Engkau masih selamatkan hamba…

Momen berikutnya yang membuat saya merasa begitu dekat dengan kematian adalah saat menjalani proses persalinan. Rasa sakit yang tak terlukiskan, perjuangan antara hidup dan mati itu telah saya lewati. Lagi-lagi Allah memberi anugerah-Nya dengan memberi saya kesempatan menjadi ibu bagi anak-anak saya.

Memang tak ada yang tahu kapan ajal akan datang menjemput, tapi bila hanya tersisa 8 hari sebelum kematian saya, ada beberapa hal yang ingin saya lakukan:

Membeli mukena dan sandal jepit

Saya yakin sekali amal kebaikan saya belum seberapa, atau bahkan mungkin kalah berat dengan amal buruk saya. Saya akan menggunakan uang saya untuk membeli mukena dan beberapa pasang sandal jepit sebagai pemberat timbangan amal saya kelak. Mukena dan sandal jepit itu akan saya sumbangkan ke mushola dan masjid. Semoga jamaah wanita yang kebetulan sholat di mushola atau masjid bisa merasa nyaman dan khusyu sholatnya ketika menggunakan mukena saya. Dan para jamaah lain bisa memanfaatkan sandal jepit yang saya sumbangkan, mungkin untuk ke toilet atau ketika alas kaki yang digunakan hilang. Memberi manfaat bagi orang lain, cuma itu tujuannya.

Membangun dua petak kontrakan

Saya tidak mau meninggalkan anak-anak saya dalam keterbatasan ekonomi. Mereka masih kecil-kecil dan belum banyak ilmu yang saya ajarkan pada mereka. Tapi setidaknya dua petak kontrakan yang saya tinggalkan bisa membantu membiayai pendidikan mereka di hari depan. Harapan saya pendidikan yang baik membuat mereka jadi pribadi yang baik pula dan tak melupakan saya sebagai orangtua mereka dengan senantiasa mendo’akan kelapangan kubur, kemudahan hisab, dan tempat yang layak untuk saya di akhirat.

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (Qs. An Nisa: 9)

Menanam pohon kurma

Kenapa pohon kurma? Karena buah kurma punya banyak keistimewaan. Buah kurma menjadi salah-satu makanan para penghuni syurga. Buah kurma juga punya banyak manfaat untuk kesehatan. Mungkin 8 hari tidak cukup untuk pohon kurma tumbuh dan berbuah tapi semoga pohon yang saya tanam kelak bisa dinikmati hasilnya oleh banyak orang dan membawa keberkahan. Sedekah saya dalam bentuk buah kurma ini semoga bisa melindungi saya dari jilatan jahannam.

Jagalah kalian dari neraka sekalipun dengan (bersedekah) sebutir kurma”.

(Shahih Bukhari, No 1328)

Menjadi mak comblang

Untuk menempuh perjalanan yang jauh, pasti saya membutuhkan bekal yang cukup. Terlebih lagi saya akan menempuh perjalanan akhirat yang entah berapa lama waktu yang dibutuhkan, tentu saya membutuhkan bekal amal yang lebih banyak lagi. Tapi karena waktu saya sangat sempit, saya harus melakukan amalan yang besar ganjaran pahalanya. Salah-satunya adalah menjodohkan laki-laki dan perempuan hingga mereka menyatu dalam pernikahan. Beberapa teman saya masih berstatus single meski usia mereka sudah cukup untuk memasuki pintu pernikahan. Alangkah senangnya bila saya bisa menjodohkan salah-satu dari mereka.

Barangsiapa yang ikut mempertemukan dua orang dalam pernikahan, hingga Allah mengumpulkan keduanya (dalam pernikahan) .

Maka Allah memberikan padanya, untuk setiap langkah kakinya, untuk setiap kalimat yang diucapkannya dalam hal tersebut laksana ibadah dalam setahun, yang siangnya digunakan puasa dan malamnya dengan qiyamul lail.

Mendonorkan organ tubuh

Tubuh saya dalam kondisi baik, tanpa cacat satupun. Semua organ di tubuh saya juga masih berfungsi baik. Tak ada salahnya bila saya mendonorkan organ tubuh saya bagi mereka yang membutuhkan. Dengan begitu penerima organ tubuh saya bisa menjalani kehidupannya dengan lebih baik dan saya bisa menjadi bermanfaat bagi orang lain.

Membuat kolase foto

Saya bukan tipe orang yang suka difoto apalagi memotret diri sendiri alias selfie, tapi saya ingin ada memori visual tentang saya yang bisa diingat oleh keluarga, terutama anak-anak. Apalagi usia anak-anak saya masih kecil-kecil, saya tak mau mereka lupa dengan wajah saya. Akan saya gunakan bingkai besar yang saya isi dengan foto-foto diri saya, mulai dari saya kecil, remaja, dewasa, hingga di hari-hari menjelang ajal saya. Saya harap kolase foto ini bisa jadi kenang-kenangan untuk orang-orang yang saya kasihi.

Perjamuan terakhir

Ini bukan tentang lukisan karya Leonardo Da Vinci yang terkenal itu. Tapi ini adalah hal terakhir yang ingin saya lakukan menjelang kematian saya. Akan saya undang orang yang saya kenal, orang terdekat saya, orangtua, guru, teman, serta mereka yang telah berjasa dalam hidup saya. Akan saya jamu mereka seperti menjamu para raja. Di kesempatan yang sama saya juga meminta maaf atas semua kesalahan serta memohon keridhoan mereka. Keikhlasan mereka melepas saya akan membuat kepergian saya ringan dan tanpa beban.

 

“Tulisan ini diikutkan dalam dnamora Giveaway”

Iklan

Penulis: Ismawati

Ibu dari dua anak, suka menulis dan belajar masak tapi takut sekali menjadi pikun. Buat saya menulis bukan cuma hobi tapi juga senjata melawan kepikunan :) Semoga apa yang saya tulis ada manfaatnya buat para tamu yang mampir ke sini.

7 thoughts on “8 HARI SEBELUM AJAL DATANG, INI YANG AKAN SAYA LAKUKAN

  1. salam kenal mbak..sy juga ikut GA ini..smoga kita meninggal dalam keadaan khusnul khotimah ya mbak amien

    Suka

  2. Ping-balik: Peserta #dnamoragiveaway Delapan Hari Menuju Kematian | LANGIT MIMPI

  3. Beli aja kontrakannya mbak, kalau mbangun 8 hari nggak cukup waktunya heheee…. Btw tampak banget kecintaan mbak pada keluarga. Semoga kita semua diberi waktu yang cukup untuk mendampingi keluarga.

    Suka

  4. Terimakasih tulisannya Mba, Melimpah berkah segala urusannya,, aamiin

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s