blognyaismawati

tempat melepas jenuh dan menyalurkan hobi


7 Komentar

8 HARI SEBELUM AJAL DATANG, INI YANG AKAN SAYA LAKUKAN

 

 

Semua yang bernyawa pasti mencicipi kematian. Kematian, hal yang ditakuti kebanyakan orang. Kadang kita lupa kalau semua makhluk pasti melewati fase yang satu ini. Kesibukan mengejar dunia membuat manusia lupa kalau suatu saat akan berpulang ke rumah yang abadi. Kematian datang kepada siapa saja baik pada yang tua, muda, kaya, miskin, rakyat jelata, maupun orang ternama. Cuma masalah waktu saja kapan malaikat maut akan menjemput.

Bicara tentang kematian, ada beberapa momen yang membuat saya merasa dekat sekali dengan kematian. Waktu itu saya masih duduk di bangku kuliah. Saya menggunakan transportasi umum untuk berangkat dan pulang kuliah, salah-satunya metromini. Bukan rahasia lagi kalau angkutan massal yang satu ini tak pernah lepas dari kebut-kebutan dan ugal-ugalan. Dan di hari itu saya menjadi korbannya. Baca lebih lanjut


6 Komentar

Ketika Rumput Tetangga Lebih Hijau Dibanding Rumput Sendiri

Sore itu, selesai memandikan anak-anak, muncul notifikasi whatsapp dari seorang teman. “Isma, lagi sibuk ga, mo curhat dong.” Ihiyyy… saya langsung berasa seperti Mamah Dedeh yang sering memberi tausiyah dan ceramah. Setelah basa-basi, obrolan kami berlanjut, teman saya mulai mengeluarkan unek-uneknya.

 

Jadi di kantor teman saya ini ada beberapa rekan kerja yang kerjanya santai sekali, tapi saat gajian mereka menerima tambahan insentif. Di sisi lain teman saya merasa sudah bekerja dengan sangat rajin, tapi ternyata ia tidak mendapat apa yang diterima rekan kerjanya. Pasti berasa nyesek ya klo ada di posisi teman saya ini. I know how it feels, karena dulu waktu masih bekerja saya juga pernah mengalami hal ini. Baca lebih lanjut


10 Komentar

Wirausaha…? Masih takuuutt…!?

946051_635581943158994_364924955_n

Jujur, waktu kecil saya tidak pernah berpikir atau tertarik dengan dunia wirausaha. Padahal orang-orang terdekat di keluarga banyak yang menekuninya. Ayah saya dulu adalah seorang pedagang bunga di pasar Rawabelong. Ibu saya, di sela kesibukannya mengurus rumah tangga, berjualan aneka macam kue dan menerima pesanan makanan ringan untuk berbagai acara. Paman saya juga ada yang berbisnis konveksi dan tanaman hias.

 

Tapi yang saya rasakan justru orangtua lebih mengarahkan anak-anaknya untuk jadi orang gajian. Salah-satu alasannya karena jika berwirausaha penghasilan yang diperoleh tidak tentu jumlahnya. Tidak seperti orang yang bekerja sebagai pegawai yang juga menerima berbagai fasilitas dari tempat bekerja. Baca lebih lanjut


5 Komentar

Antara Nge-Blog Dan Para Bocah

Nge-blog jadi kegiatan yang baru beberapa bulan ini saya geluti. Tujuh tahun lalu saya pernah bikin akun di Blogger tapi ga ada isinya, kosong melompong hihih, saya juga lupa kenapa dulu saya buat akun itu dan kenapa juga ga ada isinya sama sekali. Trus kenapa sekarang jadi suka blogging? Hmmm… dah beberapa tahun ini saya jadi freelance content writer, meski masih kelas teri. Pastinya saya harus nulis artikel yang sesuai dengan keinginan pengguna jasa saya. Tapi seringnya saya juga ingin menulis sesuatu yang saya suka. Nah di blog inilah saya tumpahkan ide-ide nulis ini.

Karena masih seumur jagung, belum banyak juga isi blog saya, kebanyakan isinya tentang memasak dan DIY (do it yourself). Tapi jangan salah sangka, ini bukan berarti saya pintar masak, justru sebaliknya, level saya masih beginner, cuma saya suka aja bereksperimen di dapur. Kalo jadi masakan ya alhamdulillah, kalo ga jadi, ya pokoknya direkondisi supaya tetap bisa dimakan hehehe… Baca lebih lanjut


13 Komentar

Sepenggal Kisah Tentang Diriku

banner2b2

 

Yang namanya manusia selalu punya rencana tentang hidupnya. Sebagin kita mungkin punya rencana untuk kuliah di kampus A, setelah lulus bekerja di perusahaan B, atau tinggal di kota C. Tapi rencana sebatas rencana, kadang kenyataannya bejalan beriringan tapi ada kalanya malah bertolak belakang. Begitu juga yang terjadi pada diri saya.

 

Kenalan dulu yuk… nama saya Ismawati. Saya terlahir sebagai anak ketiga, dengan 2 kakak dan 2 adik. Posisi “kejepit” orang bilang. Saya lahir di Jakarta dari keluarga yang sederhana. Saya masih ingat ketika membantu ibu yang nyambi berjualan jamu. Sepulang sekolah saya membantu beliau mengupas kunyit, jahe, serta kencur. Bahan-bahan ini yang akan diparut dan diolah menjadi jamu. Kebayang kan kalo ngupas kunyit, tangan saya jadi seperti apa warnanya… Dulu sempet malu tuh kalau di sekolah tangan saya diliatin sama teman atau ditanya sama guru. Selain berjualan jamu, ibu juga pernah jualan kue-kue di depan rumah. Saya juga pernah membawa kue-kue ini untuk dijual di Pasar Rawabelong.
Sejak awal orangtua selalu mengajarkan ke anak-anaknya kalau sekolah itu penting. Jadi semua anak tetap sekolah meski mereka pontang-panting mencari nafkah untuk bayar uang SPP tiap bulan. Malah pernah loh saya nunggak SPP beberapa bulan dan ga bisa ikut ujian. Ihh.. dulu sih sediiih banget pas kejadian ini, tapi sekarang kalo inget malah jadi senyum-senyum sendiri. Emang ya kejadian yang terasa getir ketika dialami malah jadi kenangan indah ketika diingat kembali. Baca lebih lanjut