blognyaismawati

tempat melepas jenuh dan menyalurkan hobi


Tinggalkan komentar

Punya Celana Rombeng, Jangan Dibuang, Masih Bisa Dibuat Keset Atau Alas Panci

Beberapa hari lalu saat bongkar-bongkar lemari, saya menemukan celana panjang yang dah lama sekali tidak dipakai. Kirain bentuknya masih bagus, eh ternyata bagian bawahnya dah bolong banyak, seperti digerogoti tikus… mmm emang di rumah lagi ada tikus kecil yang sering main, kayanya dia berhasil masuk ke tempat saya menyimpan baju.

 

Tadinya celana ini akan langsung saya buang aja, tapi kok sayang ya, pengen dibikin apa dulu gitu biar masi bisa terpakai. Ga rela kalo langsung masuk tempat sampah.. hihi… lalu saya kepikiran untuk bikin keset ato alas panci dari celana rombeng ini. Baca lebih lanjut

Iklan


4 Komentar

Buku, Meningkatkan Imajinasi Dan Kreatifitas Anak

20160227_163619

Saya pribadi lumayan suka membaca. Buku koleksi saya tidak banyak, tapi ga bisa dibilang sedikit juga karena sampe sekarang saya masih belum punya tempat untuk menata buku-buku itu. Demi mengamankan buku koleksi saya dari tangan-tangan kecil anak-anak di rumah, saya menyimpannya di dalam container plastik ukuran besar.

 

Sebagai orangtua saya sudah mulai menanamkan kegemaran membaca pada anak-anak. Menjelang tidur, Lulu tak jarang membawa serta salah-satu buku dan meminta saya membacakan isinya. Kadang buku yang ia ambil bukan buku cerita anak, buku tentang merajut milik saya tetap ia anggap buku cerita. Tinggal umminya yang perlu kreatif mengarang cerita dari gambar di buku tutorial merajut  Baca lebih lanjut


3 Komentar

Membuat Clay Dari Lem Fox

 

lulu dan clay bunga

 

Udah agak telat posting cerita ini. Seperti biasa saya nyari kegiatan untuk Lulu di rumah sepulang sekolah. Biar ada variasi aktifitas selain menggambar dan mewarnai ato gunting-gunting kertas. Ini dibikinnya minggu lalu klo ga salah. Ga diniatin sebenernya, pulang sekolah ada Abi di rumah. Kami main berempat, menjelang soe Abi harus balik ke tempat kerja, tapi Lulu maksa mo ikut. Akan sangat merepotkan klo Lulu ikut Abi di weekdays karena Abi sibuk ga sempet ngawasin Lulu, udah gitu pulangnya malam, bisa-bisa Lulu keburu ngantuk.

 

Saya bujuk ini-itu masih ga mempan, akhirnya Abi kasih ide untuk bikin clay. Awalnya saya juga ga tau cara bikin clay, tapi saya iya-in aja, yang penting Lulu bisa dibujuk untuk ga ikut abinya. Setelah Abi berangkat, Lulu langsung menuju dapur dan mengajak saya bikin clay. Uminya ga langsung ke dapur tapi mampir dulu ke mbah Google untuk cari info cara bikin clay, tentu saja dengan bahan yang ada di rumah. Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Ada Mpok Ita, Lariii…!

Semasa SD, saya berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki. Saya tidak sendirian, banyak teman dan siswa yang bersekolah di tempat yang sama juga berjalan kaki. Waktu yang saya butuhkan untuk tiba di sekolah sekitar 20 menit. Saya melewati jalan yang lumayan ramai dengan kendaraan. Di kanan-kiri jalan kebanyakan rumah-rumah besar dengan pagar tinggi.

 

Ada beberapa kejadian horor saat berangkat ke sekolah yang masih bikin saya takut sampe sekarang. Adalah sesosok wanita tua, berkain panjang dan berkebaya, selendang panjang yang menutupi sebagian rambutnya tak pernah lepas dari kepalanya. Wajahnya sudah penuh keriput, tapi tebalnya bedak yang ia gunakan dan warna gincu yang merah mencolok membuat ia terlihat menyeramkan bagi saya saat itu. Orang-orang memanggilnya Mpok Ita. Menurut cerita yang saya dengar, Mpok Ita mengalami gangguan jiwa lantaran ditinggal sang suami, entah untuk menikah lagi atau karena alasan lain.

5718809332_ceca4ee05d_m

Yang menjadi kebiasaan Mpok Ita adalah melewati rute yang sama seperti yang kami lewati ketika berangkat sekolah. Kadang ke arah yang sama, kadang berlawanan arah. Suatu hari saya sedang berjalan santai bersama beberapa teman menuju sekolah. Dari kejauhan beberapa anak berlari di belakang kami sambil berteriak, “Ada Mpok Ita, lariii!” Ketika menoleh ke belakang saya melihat Mpok Ita sedang berjalan cepat menuju kami. Seorang teman langsung menarik tangan saya, kami berlari menjauh. Baca lebih lanjut


2 Komentar

Jalan-Jalan Ke Bandung; Kesasar, Kemaleman, Kecapean

Saya jadi teringat saat pertama kali datang ke kota Bandung. Kejadiannya memang sudah lumayan lama, sekitar tahun 2006 atau 2007, jadi saya perlu memutar memori di otak saya lumayan lama untuk mengingatnya, karena faktor “U” kali ya hihihi… Waktu itu baru beberapa bulan saya bekerja di tempat baru. Suasana kantornya akrab dan menyenangkan. Rekan-rekan kerja saya juga asyik dan suka membantu. Kami sering ngobrol dan cerita sana-sini. Sampai muncul ide untuk jalan-jalan bareng, mengisi liburan sekaligus supaya kami lebih saling kenal. Akhirnya kami memutuskan untuk jalan-jalan ke Bandung. Ada salah-satu rekan yang bersedia menyediakan mobil sekaligus menjadi sopirnya. Nah bagus nih, kami tinggal patungan untuk uang bensin dan penginapan.

Hari yang ditunggu tiba. Long weekend waktu itu. Sabtu sore kami yang berjumlah 7 orang berangkat dari Jakarta. Awal perjalanan semua seru-seru aja. Tapi karena long weekend, perjalanan jadi lebih lambat, bertemu macet dimana-mana. Ditambah kami harus mampir untuk mengisi perut di tempat yang juga rame jadi harus ngantri lama untuk mendapat makanan yang kami pesan. Baca lebih lanjut


2 Komentar

Bikin Cimol Dari Adonan Pempek

Cimol alias aci di-gemol jadi salah-satu cemilan khas Sunda yang saya gemari. Dulu semasa kuliah saya sering makan jajanan ini sambil duduk di halte saat nunggu bus untuk pulang. Rasanya yang garing dan gurih apalagi ditambah dengan bumbu serbuk yang pedas, bikin ga mau berhenti makannya. Sedangkan pempek, makanan khas Palembang, baru beberapa kali saya cicipi yang asli buatan Palembang, selebihnya jajanan ini saya beli dari penjual yang kebetulan lewat di depan rumah.

Kalo diliat-liat, bahan untuk membuat pempek, cimol, atau cireng rada mirip-mirip ya. Ketiganya menggunakan campuran tepung terigu dan tepung sagu. Saya pernah membuat ketiga jajanan ini dengan takaran bahan yang berbeda-beda. Lalu saya berpikir untuk menyeragamkan komposisi bahan untuk ketiganya. Maksudnya supaya gampang diingat aja. Jadi kalo mau bikin pempek, cimol, atau cireng, takaran bahanya tetap sama. Baca lebih lanjut


2 Komentar

Berbagi Ilmu, Menjadi Manusia Bermanfaat

Seandainya saya bisa berbuat sesuatu untuk mereka yang kekurangan, saya lebih memilih untuk mengajar. Saya ingin mengajar anak-anak yang orangtuanya belum bisa memenuhi kebutuhan pendidikan karena faktor ekonomi. Bukan tanpa alasan saya memilih cara ini. Dulu saya kuliah mengambil jurusan kependidikan dan saya memang suka mengajar.

 

Bila kesempatan itu datang, saya ingin sekali menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, bukan hanya untuk para siswa tapi juga untuk saya sendiri sebagai pengajarnya. Akan ada banyak kegiatan interaktif di kelas. Saya akan buat anak bereksperimen dan bereksplorasi tentang banyak hal. Tak perlu menggunakan alat bantu yang mahal. Saya bisa membuat aneka media belajar dari barang-barang yang tidak lagi terpakai. Anak-anak saya rasa lebih tertarik ketika mereka ikut serta dalam pembuatannya. Selain lebih hemat biaya, ini juga mengasah kreatifitas saya sebagai guru.

 

Untuk anak-anak usia prasekolah, saya akan memperkenalkan membaca, menulis, dan berhitung melalui permainan. Tak usah berlama-lama mengerjakan lembar kerja, kita bermain saja supaya lebih asyik, lebih seru. Duduk-duduk di dalam kelas juga sebentar saja, selebihnya kita berjalan-jalan, di lingkungan sekitar saja. Saya akan ajak mereka mengenal lingkungan dan belajar menjaganya. Baca lebih lanjut